enter image description here

Setelah berpikir lumayan lama, akhirnya jatuh pilihan pada platform Jekyll ini. Ya, jekyll merupakan sebuah platform blog. Secara sekilas bagi pengunjung blog ini mungkin tidak ada perbedaan dari sisi desain dan tampilan (yaa emang gak akan ada perbedaan dari sisi tampilan soalnya browser hanya menampilan HTML, CSS dan Javascript). Terus perbedaannya ada dong dengan platform Wordpress, Blogpost dan lainnya?

Nah, yang jadi perbedaan Jekyll dengan platform yang lainnya adalah secara teknis Jekyll akan mengonfersikan atau meng-konvert aduh ribet juga ya bahasanya hehe. Jadi maksudnya *Jekyll ini merubah CMS atau sistem platform postingan anda ke dalam bentuk file statis. Otomatis dengan proses pembacaan file statis ini dapat lebih mempercepat proses eksekusi di server bahkan sangat cepat sekali hehe. Ini sangat cocok sekali bagi anda yang memiliki hostingan dengan memori yang sangat kecil. Apalagi kita tahu sendiri bahwa jumlah memori yang disediakan pada shared hosting sangat kecil sekali *sedikit curhat mengenai hostingan yang saya pakai :)

Alasan kedua saya menggunakan platform Jekyll ini adalah kemudahan dalam melakukan postingan. Karena Jekyll ini menggunakan Markdown sebagai format penulisannya yang nantinya akan di rubah menjadi HTML secara otomatis dan tentu saja di generate ke dalam file statis.

Markdown allows you to write using an easy-to-read, easy-to-write plain text format, then convert it to structurally valid XHTML (or HTML). Thus, “Markdown” is two things: (1) a plain text formatting syntax; and (2) a software tool, written in Perl, that converts the plain text formatting to HTML.

Selanjutnya adalah ternyata banyak sekali dukungan terhadap Jekyll ini. Sudah banyak sekali developer yang mengembangkan themes secara open-source yang super keren2 tampilannya mungkin saya yang ketinggalan jaman haha. Bagaimana dengan teks editornya? apakah kita harus mengerti format2 *Markdown itu sendiri? menurut saya bagus sih kalo kita mau belajar sedikit tentang format Markdown itu sendiri soalnya simpel banget format nya :) coba deh, atau jika agan pengen teks editor seperti Wordpress punya, silahkan download atau coba aplikasi ini https://stackedit.io/editor dijamin gampang deh pake teks editor itu ;)

Terakhir berhubung Jekyll ini di build menggunakan ruby agan harus install dulu ruby di OS agan. Silahkan langsung aja ketik sintaks dibawah ini di Terminal agan:

$ gem install jekyll

Setelah itu lanjut membuat folder dan platform Jekyll nya dengan mengetik sintaks dibawah ini

~ $ gem install jekyll bundler
~ $ jekyll new myblog
~ $ cd myblog
~/myblog $ bundle exec jekyll serve

Jekyll serve merupakan proses me-live kan hasil dari kompilasi yang agan buat. Nah setelah itu buka browser agan ketik

http://127.0.0.1:4000 atau http://localhost:4000

Secara default Jekyll akan menggunakan port 4000.

Terus bagaimana bagi agan yang sudah terlanjur menggunakan Wordpress dan postingannya sudah lumayan banyak dan ingin bermigrasi ke platform Jekyll ini? Nanti dibahas di postingan selanjutnya aja ya gan :)

Jika ada pertanyaan atau masukan silahkan di kolom komentar.

Salam Blogger! ⤧  Previous post API Programming Studi Kasus Twitter Search Part 1